Mbah

KEGIATAN DINIYAH YGNI BANYUMAS

KEGIATAN DINIYAH YGNI BANYUMAS baik diniyah formal dan non formal serta pendidikan , sosial lainnya.

PENDIDIKAN DINIYAH SHIDIQIIN WARA` UNIT YGNI BANYUMAS

Pendidikan Diniyah Formal dan Diniyah Takmiliyah (diniyah Non Formal) memakai Standar Kementerian Agama dan Pengembangan sendiri yang terbukti berkualitas.

PENDIDIKAN DINIYAH PAUD FORMAL DAN NON FORMAL

PENYELENGGARAAN DINIYAH ATHFAL (FORMAL) DAN DINIYAH TAKMILIYAH I`DADIYAH (DTI/TKQ) sangat berkualitas karena lulusan kami santri bisa baca alquran dan baca latin serta berhitung (penjumlahan dan pengurangan sampai angka ratusan, MURAH DAN BERKUALITAS belum ada yang mampu menyamai.

PERJUANGAN YANG MELELAHKAN

Memperjuangkan pendidikan diniyah ini banyak sekali tantangan dan hambatan yang terbesar adalah fitnahan , cemoohan, dicurigai dari lingkungan dan keleompok tertentu karena iri, takut tersangi lembaga pendidikannya, dimusuhi secara terorganisir rapi dan terprogram.

RARAS WURI MISWANDARU, SPdI KETUA YAYASAN YGNI BANYUMAS

Sejak mendirikan YGNI Banyumas Banyak sekali yang memusuhinya karena faktor iri,/dengki takut tersaingi dll. dari orang - orang yang tidak bertanggungjawab padahal mereka mengaku bersunnah dan juga dari pemimpin keagamaan berserta anak buah.

Kamis, 14 Maret 2013

Guru Ngaji YGNI Dukung Panca Prestasi Madrasah


Guru Ngaji YGNI Dukung Panca Prestasi Madrasah


Menag Gagas "Panca Prestasi Madrasah"
Pendis - Upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah merupakan sebuah keniscayaan dan tuntutan mutlak seiring dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di era modernisasi dan globalisasi yang tidak bisa dihindarkan sekarang ini. Pernyataan itu disampaikan Menteri Agama Suryadharma Ali dalam sambutannya pada Pembukaan Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional, Expo Madrasah MEDP,dan Rembug Nasional Guru Madrasah Tahun 2012 di Bandung (25/6).

Menag mengajak kepada seluruh stakeholder pendidikan madrasah terutama para pengelola dan guru-guru madrasah untuk menempatkan mutu sebagai prioritas utama dalam mengelola pendidikan madrasah, sehingga madrasah kita menghasilkan output lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi tidak hanya di kancah nasional akan tetapi juga pada aras Internasional.

Sebagai strategi peningkatan mutu madrasah, Menag mencanangkan "Panca Prestasi Madrasah", yaitu: (i) Prestasi Akhlaq Mulia, (ii) Prestasi Ilmu Keagamaan, (iii) Prestasi Sains dan Teknologi, (iv) Prestasi Bahasa dan Budaya, dan (v) Prestasi Olah raga dan Seni.

Menag yakin dengan menerapkan Panca Prestasi tersebut, Madrasah akan unggul dan menjadialternatif pendidikan ideal yang mengintegrasikan IMTAQ dan IPTEK secara komprehensif.

"Saya berharap Panca Prestasi Madrasah tersebut dapat dijalankan dan menjadi trademark dan budaya madrasah. Dengan ini, saya yakin Madrasah akan unggul sebagai alternatif pendidikan ideal yang mampu memadukan IMTAQ dan IPTEK." Kata Menag optimis.

Kegiatan Kompetisi Sains Madrasah dan Expo tahun 2012 dan Rembug Nasional Guru Madrasah tahun 2012 akan berlangsung dari 25-29 Juni 2012 yang akan terpusat di dua tempat, yaitu di Hotel Harris Convention Festival dan Hotel Horison Bandung. Berbagai macam kegiatan yang akan berlangsung diantaranya kompetisi dan lomba, stand pameran madrasah, seminar, dan rapat koordinasi.

Dari Uraian di atas Maka Guru Ngaji YGNI berkomitment untuk mendukung Panca Prestasi madrasah tersebut agar Madrasah bisa berkembang dan maju lebih baik, bahkan menjadi sekolah favorite di era masa depan yang sudah materialistik dan hedonisme, sehingga dengan bersekolah di madrasah yang berpresatasi diharapkan bisa menanggulanginya dari kehidupan yang hedonisme dan sekuler.

Madrasah yang berprestasi akan menciptakan generasi muda yang berakhlaqul karimah danberpengetahuan luas sehingga siap untuk bersaing di era globalisasi. dan tidak menjadi generasi kacung bangsa asing dan tidak akan menjual bangsa dan negara kepada pihak asing.

Jumat, 01 Maret 2013

Simbahwuri Ketua YGNI Banyumas & Pemuda Pakarti gerakan Diniyah Formal dan PAUD Berkualitas, Peduli Dakwah-Dhuafa lewat Laziswaq


Simbahwuri Ketua YGNI Banyumas & Pemuda Pakarti gerakan Diniyah Formal dan PAUD Berkualitas, Peduli Dakwah-Dhuafa lewat Laziswaq


Diawali dengan melihat dan memahami kondisi pendidikan dan keagamaan masyarakat yang sangat mengkhawatirkan, karena berbagai faktor baikdari masyarakat Islam sendiri maupun dari luar Islam yang ingin  terus menghancurkan Islam baik di negara yang minoritas Islam penduduknya maupun yang Mayoritas Islam penduduknya seperti Indonesia.

Masyarakat Islam di Indonesia sangat mengkhawatirkan karena dilanda berbagai macam fitnah dan yang terbesar adalah perpecahan antar umat Islam yang masing - masing golongan mengaku paling benar sendiri padahalmusuh-musuh Islam siap menerkam dan menghancurkan Islam. Walau Indonesia adalah negara yang sangat kaya tapi Umat Islam mati perekonomiannya , perpolitikannya dan lainnya.seperti Ayam mati di lumbung padi.

Atas dasar itulah Raras Wuri Miswandaru ketua YGNI Banyumas dan Pemuda Pakarti Purwojati  mulai melakukan berbagai langkah untuk ikut membangun bangsa dan negara NKRI ini dengan berbagai langkah yang sangat membantu masyarakat dan sangat strategis diantaranya mendirikan berbagai lembaga dan organisasi untuk mendukung langkah tersebut diantranya :

  1. Menjadi Ketua Yayasan Guru Ngaji Indonesia (YGNI) Banyumas dan Forum Komunikasi Guru Ngaji Indonesia (FKGNI) Banyumas
  2. Guru Ngaji pada Pendidikan Non Formal ( TPQ, MT, MKI,  DTA,  DTW,  DTUy,  DTAy )
  3. Pendidikan Diniyah Formal ( DA,  DU, DW,  DUy, MA ) dibawah Lpdf-pdnf Shidiqiin Wara`
  4. Organisasi dan kegiatan Kepemudaan dan Remaja ( Pemuda PakartiPurwojati, Forum Mesra, SIAP, Tempur Purwojati, dll)
  5. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Media Cerdik , Kelompok Belajar Olahraga (KBO) SPORT, KT Bantar Duren Semi, Pinbuka, PKBM dll
  6. Klinik alternatif Karomah Maunah ( Refleksi , Bekam, Rukyah, Herbal , Gurah dan lainnya )
  7. Lembaga Amil zakat : Laziswaq YGNI 
Raras Wuri Miswandaru merupakan Pelopor Pendiri Pendidikan Diniyah Formal berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No : 55 Tahun 2007 tentangPendidikan Agama dan Keagamaan yang sampai postingan dilakukan belum ada yang ikut mendirikan diniyah formal sehingga LPDF-PDNF Shidiqiin Wara`merupakan penyelenggara pendidikan diniyah formal pertama dan satu-satunya di Indonesia sampai saat ini.

Disamping kegiatan diatas Raras Wuri atau dikenal dengan Simbah Wuri juga mejadi
Namun dari berbagaia langkah yang dilaksanakan dan membawa kesuksesan tapi timbul persoalan baru dengan banyaknya orang yang iri dan benci terhadap kegiatan tersebut sehingga mereka yang tidak senang melakukan berbagi langkah untuk mematikan dan menghancurkan kami diantaranya melakukan serangan langsung terhadap saya baik lahir maupun batin berupa fitnah, ceelaan dan cemoohan serta santet juga berjalan. santet tidak hanya dilakukan ke saya pribadi tapi sudah mengarah kepada kehancuran keluarga juga nyawa keluarga saya. dan berbagai hal yang sangat menyakitkan yang tidak mungkin saya sampaikan.

Tapi yang terpenting adalah selama saya tetap beniat berjuang dan berjihaduntuk menegakkan agama Allah berdasarkan alquran dan sunnah di negara NKRI yang tercinta maka akan tetap saya lakukan sampai mati menghentikanku


.

Sabtu, 04 Agustus 2012

LAZISWAQ YGNI : Mari Kita Berinfaq dan Bershodaqah


LAZISWAQ YGNI
LAZISWAQ YGNI adalah Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh dan Wakaf serta Qurban Yayasan Guru Ngaji Indonesia (YGNI) yang sudah berdiri sejak 2005 yang lalu.
LAZISWA YGNI telah menerima dan menyalurkan Zakat,,infaq, Shodaqah, Wakaf dan hewan Qurban kepada yang berhak menerima. diantara diberikan untuk :
  1. Faqir Miskin
  2. anak - anak yatim
  3. Dhuafa lainnya
  4. Lembaga Pendidikan Diniyah baik formal maupun non formal yang sedang dijalankan oleh YGNI maupun ke masyarakat
  5. sosial (kepemudaan dan perempuan)
  6. Keberlangsungan Lembaga Pendidikan Gratis Kami
Penerimaan :
  • Baru-baru ini LAZISWAQ YGNI telah menenerima wakaf 2 bidang tanah di Bogor untuk dibangun Lembaga Pendidikan seluas : 1000 m2
  • di Purwojati Banyumas luas lahan : 1500 m2
PERMOHONAN
Kepada YTH :
  1. PARA AGHNIA (ORANG YANG MAMPU)
  2. USAHAWAN
  3. MUSLIMIN DAN MUSLIMAT
Assalamu`alaikum Wr. Wb.
Melalui Tulisan ini kami mohon bantuan dalam bentuk Zakat , Infaq, Shadaqah, Wakaf dan Hewan Qurban untuk disalurkan yang berhak seperti yang tercantum diatas. salurkan bantuan anda ke nomor rekening :
  1. Rek. YGNI Banyumas : Bank BPD Jateng : 3-003-119121 a/n.YGNI Banyumas
  2. Rek. YGNI Pusat :
  3. Hub. Kontak kami
Bentuk wakaf  :
  • bisa per meter tanah dan per bagian untuk bangunan gedung sekolah diniyah. Yaitu Wakaf Per meter : Rp. 215.000 dan wakaf per bagian (ada 500 bagian ) untuk bangunan sebesar  : Rp. 300.000,-
  • Wakaf Buku (baru maupun bekas ) dan Alquran
  • Wakaf peralatan kantor Komputer baru maupun bekas
  • Wakaf Fungsi dan kegunaan lainnya
Mari kita ber infaq dan bershodaqoh untuk kepedulian lingkungan karena masih banyak dhuafa yang perlu untuk dibantu,
Shodaqoh berfungsi melipat gandakan harta kita bukan mengurangi dan untuk perlindungan dari marabahaya dan api neraka
Atas bantuan yang diberikan dari para dermawan kami ucapkan : JAZAKALLAH KHOIRON KATSIROO, BAROKALLAH FIIH
SEMOGA HARTA ANDA BERLIMPAH , ANDA DAN ORANG YANG DISAYANGI SELALU MENDAPAT KEIMANAN, KEAMANAN, BAROKAH DAN KESELAMATAN DUNIA DAN AKHIRAT AMIN YA ROBAL `ALAMIIN
Horma kami
Pengurus LAZISWAQ YGNI

Rabu, 06 Juni 2012

Corat Coret Baju Setelah Lulusan,Perlu dan Pantaskah ?


Corat Coret Baju Setelah Lulusan,Perlu dan Pantaskah ?

Dimanakah tanggungjawab dan peran dinas pendidikan dalam menanggapi masalah tiap tahunnya , padahal baju seragam bisa disumbangkan ke adik kelas atau orang lainnya yang tidak mampu, masih banyak anak negeri ini sangat kesulitan membeli baju seragam sekolah, seperti didaerah terpencil dan terluar.
Harus ada ketegasan dari pemerintah baik dari dinas pendidikan, kementerian agama dan Kepolisan Republik Indonesia serta pemerintah daerah.
Perbuatan tersebut merupakan budaya barat yang tidak cocok dengan negara kita yang tercinta dan sifatnya pemborosan yang sangat dilarang oleh agama.

Pemuda Harus ber-pakarti Bela dan Bangun Negara Indonesia


Pemuda Harus ber-pakarti Bela dan Bangun Negara Indonesia
Pemuda adalah generasi penerus bangsa dan merupakan sendi pokok pembangunan bangsa dan negara, oleh karena pembangunan harus dari dan ke arah pemuda agar bangsa ini mempunyai karaker ygni baik dan mesra sesama anak bangsa dan bagsa ini bisa tetap jaya dan tidak mengalami lost generation, pemuda harus bisa melihat sejarah bangsa yang telah diperjuangkan dengan darah dan nyawa jadi harus ber-pakarti bela dan bangun negara.   Berbagai program pemerintah harus banyak memberdayakan Pemuda Indonesia bukan untuk membesarkan pengusaha nakal yang hanya merusak dan mengkorupsi uang negara.   Sebagai pemuda juga harus mempunyai keinginan kuat untuk berubah mempunyai karakter majikan bukan sebagai buruh saja, dengan membuka usaha kecil maka pemuda bisa belajar menjadi Majikan, sehingga lapangan pekerjaan dan perekonomian akan meningkat dengan sangat pesat.   Pemuda jaman sekarang harus pandai menggunakan Internet sebagai sarana berkreasi dan aksi yang positif guna pengembangan diri. Dari internet ini pemuda bisa :
  1. Mencari pendapatan dan sekolah beasiswa lewat internet melalui Website atau Blog.
  2. Mempromosikan produk buatannya baik itu makanan daerahpakaian daerah, dan lainnya.
  3. Menjadi afiliasi ( Produk worpress, dll )
  4. Memberikan info reseller produk-produk tertentu.
Disamping itu pemuda harus :   A. Peduli lingkungan
  1.  Bisa mendirikan /Pendiri sekolah non formal baik itu paud, TPQ, KF, Kursus dan lainnya.
  2. Menjadi Guru non formal : Guru NgajiGuru MadinGuru Kecakapan hidup ,Terapist,dll
  3. Memproduksi dan menjual barang dan jasa seperti : herbal atau jamu , menulis skripsi dan laporan PKL,
saya sendiri sebagai pemuuda telah mendirikan dan membangun sekolah baik formal maupun non formal gratis serta pengembangan kreativitas pemuda sebagai bentuk bakti dan bela negara yang kucinta.diantaranya bentuk tersebut yaitu :
  1. Diniyah Athfal Shidiqiin Wara`
  2. Dinyah Ula Shidiqiin Wara`
  3. Diniyah Wustho Shidiqiin Wara`
  4. Diniyah `Ulya Shidiqiin Wara`
  5. Ma`had ` Aly
Kegiatan lain yaitu : Ketua YGNI Banyumas, Mendirikan TBM Media Cerdik, ikut mempromosikan Visit Banyumas dan Jawa Tengah Year dll Pemuda Sumber diambil dari Pemuda Pakarti Purwojati 

Juklak Tafsiran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 Yang Menyesatkan Dan Merugikan


Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan , namun pelaksanaannya belum juga bisa dilakukan karena banyak sekali kepentingan disitu, sehingga Petunjuk Pelaksana dari Menteri Agama tidak bisa dikeluarkan.
Alasan utama adalah dari Pihak pesantren banyak yang tidak terima dan ketakutan menjadi tidak laku, hal ini merupakan alasan wajar dan umum tapi kalau ketidaksetujuan menjadikan kementerian Agama dengan menafsirkan PP tersebut secara serampangan hal itu merugikan pihak lain yang karena tafisran PP tersebut yang salah.
Dari sosialisasi dari pisak Pemerintah Daerah yang pernah saya dengar baru-baru ini, bahwa yang boleh mendirikan Pendidikan Diniyah Formal itu hanya Pesantren. Hal ini menyalahi PP Nomor 55 tahun 2007 tersebut. Dimana Pada BAB III Bagian Kesatu Pasal 14
  •  ayat 1 berbunyi  : ” Pendidikan Keagamaan Islam berbentuk pendidikan DINIYAH dan PESANTREN
  • Ayat 2 : “ Pendidikan DINIYAH sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan pada jalur FORMAL, non formal, dan informal
  • ayat 3 ; “ Pesantren menyelenggarakan 1 (satu) atau berbagai satuan dan atau program pendidikan pada jalur FORMAL, non formal, dan Informal , 
Dan tambahan masalah PESANTREN juga ada bagian khusus yaitu oada paragraf 3 pasal 26 ayat 1-3 dalam paragraf /pasal ini ada kewenangan yang jelas bagi pesantren yang sudah berjalan mendirikan sekolah umum TK-PT atau RA sampai PT.
Dan kalau Pendidikan diniyah formal ini juga hanya diberikan kepada pesantren disamping tumpang tindih aturan juga mengapa harus ada diniyah formal kalau sudah ada RA sampai PT, tinggal mewajibkan Pesantren untuk membangun RA-PT kalau yang membutuhkan formal.
 Sedangkan pada pasal 14 ayat 2 jelas disebutkan bahwa pendidikan bukan hanya milik pesantren, tapi lembaga pendidikan lain yang sah sesuai dengan UU sisdiknas.
 Kami atas nama pengurus Yayasan Guru Ngaji Indonesia Banyumas yang sudah sejak awal mendirikan Pendidikan Diniyah Formal sangat dirugikan oleh tafsiran yang sangat merugikan lembaga pendidikan kami, karena secara otomatis akan mematikan perijinan kami.
 Kalau hal itu dipaksakan kementrian Agama maupu Pemerintah (Pemda maupu Pusat) melanggar PP. Nomor 55 tahun 2007.  Dimana keadilannya padahal Islam menjunjung tinggi keadilan, untuk mengaku Islam kalau tidak bisa berlaku adil terhadap warganya yang sudah mengikuti Peraturan perundangan Republik Indonesia dengan ikut mensukseskan tujuan Pendidikan nasional yang sudah sesuai PP nomor 55 tahun 2007 malah mau dihabisi.
 Dinegeri ini keadilan menjadi hal yang sangat mustahil dan mahal kalau hal ini terjadi.
 Penulis adalah Ketua Yayasan Guru Ngaji Indonesia (YGNI) Banyumas dan pendiri LPDF-PDNF Shidiqiin Wara` penyelenggara pendidikan Diniyah Formal
Jabatan lain:
  1. Ketua Pemuda Pakarti